Kunjungan studi yang digagas MGMP Seni Budaya SMA Provinsi Jawa Timur ke Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Timur pada 12–13 September 2025 menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat ekosistem pembelajaran bagi guru seni budaya. Rombongan pengurus MGMP diterima langsung oleh Kepala BBGTK Jawa Timur, Dr. Abu Khaer, M.Pd., dalam suasana penuh keakraban di Kota Batu.
Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang audiensi formal, tetapi juga menghadirkan ruang dialog yang nyaman dan produktif. Dr. Abu Khaer menyambut hangat rombongan pengurus MGMP dan menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara lembaga pendidikan formal dengan BBGTK. Menurutnya, guru seni budaya memiliki peran strategis dalam membangun karakter serta memperkaya pengalaman belajar siswa melalui karya seni.
Dialog yang berlangsung lebih dari dua jam itu menghasilkan sejumlah kesepakatan yang saling menguntungkan. Di antaranya, BBGTK siap mendukung penyelenggaraan pelatihan berbasis kebutuhan guru seni budaya, penyelarasan kurikulum dengan perkembangan pendidikan seni kontemporer, serta penguatan jejaring kerja sama untuk mengangkat prestasi siswa Jawa Timur dalam ajang seni tingkat nasional.
Selain itu, MGMP Seni Budaya SMA Jatim dan BBGTK juga sepakat untuk mengembangkan program pembelajaran mendalam (deep learning) yang dapat memantik kreativitas siswa. Program ini diharapkan mampu melahirkan karya seni yang tidak hanya menekankan keterampilan teknis, tetapi juga membangun sensitivitas, kolaborasi, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Kunjungan studi ini dihadiri oleh lebih dari 20 pengurus MGMP yang berasal dari berbagai daerah, mulai Malang, Blitar, Jember, hingga Surabaya dan Mojokerto. Nama-nama seperti Deddy Iskandar, S.Sn. (Ketua MGMP), Firdaus Budhi Armanto, S.Sn., M.Pd. (Sekretaris MGMP), hingga perwakilan dari SMA negeri maupun swasta menunjukkan representasi yang luas dan komitmen kuat untuk membawa seni budaya Jawa Timur ke level yang lebih tinggi.
Suasana dialog yang cair juga ditandai dengan saling bertukar pengalaman dan gagasan. Pengurus MGMP menyampaikan tantangan yang dihadapi guru seni budaya di lapangan, mulai dari keterbatasan sarana hingga kebutuhan inovasi pembelajaran. Pihak BBGTK menanggapi dengan menawarkan solusi berbasis riset dan program peningkatan kompetensi yang aplikatif.
Dengan semangat kebersamaan ini, MGMP Seni Budaya SMA Jatim dan BBGTK Jawa Timur bertekad menjalin sinergi jangka panjang. Harapannya, kolaborasi ini mampu memberi dampak nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran seni budaya di sekolah, serta menginspirasi lahirnya generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan mencintai budaya bangsa. (myp/red)









