Pameran Seni Rupa “RUPA-RUPA AKSARA” 2024: Kolaborasi Kreatif Guru Seni Budaya SMA se-Jawa Timur

Surabaya – Dalam rangka memperingati Hari Aksara Internasional yang jatuh pada tanggal 8 September, para guru seni budaya tingkat SMA se-Jawa Timur menggelar pameran seni rupa bertajuk “RUPA AKSARA”. Pameran ini berlangsung dari tanggal 21 hingga 30 September 2024, bertempat di galeri bawah tanah Alun-Alun Surabaya. Dengan menampilkan sekitar 60 karya lukisan yang luar biasa, pameran ini menjadi wadah bagi para pendidik seni untuk menampilkan karya-karya terbaik mereka sekaligus merayakan kreativitas dalam dunia pendidikan.

Acara ini resmi dibuka oleh Dra. Ety Prawesti, M.Si., selaku Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara pendidikan dan seni dalam membangun karakter generasi muda. “Melalui seni rupa, para guru tidak hanya mengajarkan teknik berkarya, tetapi juga menanamkan nilai-nilai literasi, kreativitas, dan inovasi kepada siswa. Ini adalah salah satu bentuk literasi visual yang harus terus dikembangkan,” ungkapnya.

Pameran “RUPA-RUPA AKSARA” tidak hanya sekadar menampilkan karya seni rupa, tetapi juga menjadi bentuk literasi kreatif yang diharapkan mampu menginspirasi para guru untuk terus berkembang, baik sebagai pendidik maupun seniman. Literasi, dalam konteks seni rupa, menjadi media komunikasi yang sangat efektif dalam menyampaikan ide dan gagasan. Para guru yang terlibat dalam pameran ini berhasil menggali potensi mereka, menghadirkan karya-karya yang tidak hanya indah, tetapi juga penuh makna.

Karya-karya yang dipamerkan menggambarkan berbagai tema yang berhubungan dengan kehidupan, alam, budaya, serta isu-isu sosial yang dihadapi masyarakat saat ini. Setiap karya memiliki keunikan tersendiri, dengan penggunaan warna, tekstur, dan simbol yang mengundang interpretasi. Hal ini menunjukkan bahwa seni rupa tidak hanya sebatas media visual, tetapi juga menjadi sarana penyampaian pesan yang mendalam.

Ketua MGMP Seni Budaya SMA Provinsi Jawa Timur, Deddy Iskandar, S.Sn., dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada para peserta yang telah berpartisipasi dalam pameran ini. “Sebagai guru, kita memiliki peran ganda, yaitu sebagai pendidik dan sebagai seniman. Pameran ini adalah bukti bahwa kreativitas kita tidak berhenti di ruang kelas. Kita mampu berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia seni dan pendidikan,” ujarnya.

Pameran ini juga menjadi wadah yang penting dalam mengembangkan kompetensi guru seni budaya, terutama dalam konteks Kurikulum Merdeka yang saat ini tengah diterapkan di sekolah-sekolah. Kurikulum tersebut menekankan pengembangan soft skills dan karakter, di mana seni rupa memiliki peran penting dalam menumbuhkan kreativitas dan ekspresi diri siswa. Para guru yang berpameran diharapkan dapat menjadi inspirator bagi siswa untuk terus berkarya dan mengasah kemampuan artistik mereka.

Selama pameran berlangsung, pengunjung tidak hanya menikmati karya seni, tetapi juga mendapat kesempatan untuk berdialog langsung dengan para seniman, yaitu guru-guru seni budaya yang terlibat dalam pameran ini. Diskusi seputar proses kreatif dan teknik berkarya menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung, terutama siswa yang tertarik dengan dunia seni rupa.

Penutupan pameran dijadwalkan akan dilakukan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo, Dr. Kiswanto, S.Pd., M.Pd. Kehadiran beliau sebagai penutup acara ini menunjukkan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan terhadap pengembangan seni budaya di kalangan guru dan siswa. Dr. Kiswanto berharap bahwa kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan seni di Jawa Timur.

Pameran “RUPA AKSARA” ini juga diharapkan dapat memotivasi para guru seni budaya lainnya untuk terus berkarya dan berkolaborasi dalam ruang-ruang kreatif. Di tengah tantangan dunia pendidikan, seni rupa menjadi salah satu jalan untuk menyatukan gagasan, mendekatkan guru dan siswa, serta menjembatani komunikasi melalui visual. Dengan semangat literasi visual, pameran ini menjadi bukti bahwa pendidikan seni budaya terus berkembang dan memiliki peran yang signifikan dalam membangun generasi yang kreatif dan berkarakter.

Selamat kepada para guru seni budaya se-Jawa Timur yang telah berpartisipasi dalam pameran ini. Semoga acara ini menjadi langkah awal yang lebih besar dalam mendorong kemajuan seni rupa di lingkungan pendidikan dan masyarakat luas. (iMohdy)

admin

Pengembang Web

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top