SURABAYA, senismajatim.com – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya SMA Provinsi Jawa Timur kembali menggelar agenda tahunan berskala besar yang bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur. Tahun ini, kolaborasi tersebut mewujud dalam agenda Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Seni Budaya 2026 yang mengusung tajuk “Harmoni Sastra Puisi, Cerpen berpadu Inovasi Cetak 3D”. Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan guru Seni Budaya SMA dari MGMP Kabupaten/Kota se-Jawa Timur ini dibuka secara resmi langsung oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Dr. Puji Retno Hardiningtyas, S.S., M.Hum.
Dalam sambutannya saat membuka acara, Dr. Puji Retno Hardiningtyas menyampaikan bahwa Balai Bahasa Jawa Timur berkomitmen penuh untuk mendukung pengembangan kompetensi guru. Beliau menekankan bahwa Balai Bahasa tidak hanya melaksanakan program kerja yang sudah tersusun rapi, melainkan juga sangat terbuka serta menunggu adanya MoU atau kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dengan MGMP Seni Budaya SMA Provinsi Jawa Timur yang saat ini bertindak sebagai panitia penyelenggara kegiatan. Sinergi ini diharapkan dapat terus berlanjut demi kemajuan literasi dan kesenian di lingkungan pendidikan Jawa Timur.
Sebelum pembukaan oleh Kepala Balai, Ketua MGMP Seni Budaya SMA Provinsi Jawa Timur, Deddy Setiawan, menegaskan bahwa latar belakang dari kegiatan ini adalah untuk memfasilitasi para guru dalam rangka menghadapi beberapa cabang lomba yang ada di FLS3N, khususnya pada ranah sastra. Melalui pembekalan ini, para guru diharapkan memiliki modal materi yang kuat untuk melatih sekaligus membimbing siswa-siswinya di sekolah masing-masing. Deddy juga menambahkan bahwa kegiatan tahun 2026 ini merupakan kali ketiga yang sukses dilaksanakan oleh MGMP Seni Budaya SMA Provinsi Jawa Timur, setelah pada tahun 2024 dan 2025 lalu sukses digelar di wilayah Malang dan Batu, dan kali ini bergeser ke Surabaya tepatnya di Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur dan UBAYA (Universitas Surabaya).
Rangkaian workshop ini tidak hanya berfokus pada kelembutan ranah sastra saja, melainkan juga menyentuh aspek teknologi modern. Pada rangkaian kegiatan hari kedua pada 30 Juni 2026, seluruh peserta akan bergeser ke Universitas Surabaya (Ubaya). Di sana, materi workshop akan dikhususkan pada ranah seni rupa, yaitu teknologi cetak 3 dimensi. Melalui perpaduan antara harmoni sastra dan inovasi cetak 3D ini, para guru Seni Budaya se-Jawa Timur diharapkan mampu membawa angin segar inovasi dan kreativitas baru sekembalinya mereka ke daerah masing-masing. (myp/red)





